syubidubidudamdam.. cuap!!

October 6, 2009

Iki dho ngopo to??

Filed under: Uncategorized — yuti @ 3:00 pm

Si ini ngrasani si anu..
Si itu ngrasani si ini..
Si anu dan si ini benci si itu..

Ckckck.. baru sekantor.. belum sekampung-senegara..
Pantesan Belanda berjaya dgn divide et impera-nya..
*sigh..*

If you only have one wish, what would it be?
WORLD PEACE…
*Miss Universe mode on*

Aku adalah punggung..

Filed under: Uncategorized — yuti @ 2:42 pm

I am back!!!
Lebih item karena sering dipepe..
Lebih endut karena ga pernah olahraga..
Meski sampai sempat lupa username & password blog..
Nothing can stop me from blogging again!!
*haiyyah gombal.. cuma dapet wifi 3 minggu ini ding, sebelum daku diasingkan lagi*

January 20, 2009

Kejadian Bodoh Pagi Ini

Filed under: Uncategorized — yuti @ 4:16 pm

Tadi pagi, dalam rangka menjalankan resolusi tahun baru (yaitu rajin berolahraga ^_^), saya ikut Mamah & Papah jalan2 pagi. Di sawah dekat SD adik saya dulu, kami bertemu dengan teman2 Mamah & Papah yang tergabung dalam komunitas jalan pagi. Ada 4 orang bapak, Mamah memperkenalkan salah satunya sebagai mantan gurunya. Ada satu bapak yang tampak sedikit berbeda -memakai kaos, celana pendek & sarung, sementara bapak2 lainnya memakai pakaian olahraga. Tapi saya berasumsi bapak itu adalah penduduk desa setempat. Sebagai anak yang tahu sopan santun, tentu saja saya menyalami semua bapak2 itu dong.. Dan setelah berbasa-basi sebentar, kami pun meneruskan acara jalan2.

Setelah agak jauh dari rombongan bapak2 itu, Mamah berkata: “Ngapain tadi orang gilanya kamu ajak salaman juga??”

Gubrakk!! ORANG GILA, Mah????

January 16, 2009

Boikot Produk Pendukung Israel (Lagi..)

Filed under: Uncategorized — yuti @ 9:41 pm

Sebelumnya, silakan baca:

13 (worst) companies who support Israel’s policies

List of U.S. companies that finance Israel

Brands & Labels to Boycott

Sekalian fatwanya di sini.

***

Di Indonesia insyaAllah tidak ada produk buatan Israel karena kita memang tidak punya hubungan diplomatis dengan negara tersebut (correct me if I’m wrong). Tapi di supermarket hingga pasar2 tradisional, banyak sekali produk2 yang diproduksi oleh perusahaan multinasional (MultiNationalCompany=MNC), yang pemimpinnya merupakan pendukung setia Israel. Tidak bisa dipungkiri, produk2 dari perusahaan multinasional tersebut telah merasuk dalam nadi kehidupan masyarakat kita. Beberapa diantaranya berawal dari perusahaan lokal yang diambil alih oleh raksasa MNC, suatu hal yang biasa terjadi dalam dunia bisnis.

Meskipun Indonesia ribuan kilometer dari kantor2 pusat MNC pro-Israel itu, meskipun MNC pro-Israel tersebut mempekerjakan ribuan masyarakat Indonesia (termasuk saudara dan teman kita), tetap saja uang kita akan sampai ke tangan Israel. Mungkin hanya sepersekian sen per produk. Tapi bayangkan, ada jutaan produk yang digunakan jutaan rakyat Indonesia. Terkumpul di kantong bos2 besar MNC pro-Israel di Amerika dan Eropa, disumbangkan ke Israel, trus dipake buat beli senjata dari Amerika.. Israel senang, Amerika girang!

Makanya sekarang sebisa mungkin ganti produk2 yang masuk list itu dengan produk yang lebih barokah. Agak susah memang, mengganti Aqua (Danone), Nestle water, Ades (Coca-cola) dengan air mineral macam Prima, MQ, dsb; atau mengganti Maybelinne, The Body Shop, Garnier (ketiganya adalah anak perusahaan L’oreal) dengan kosmetika lokal macam SariAyu & Wardah. Tapi kita bisa kok!! Tujuan jangka pendeknya adalah menunjukkan kepedulian kita pada Palestina. Jangka panjangnya? Tidak hanya untuk Palestina, tapi untuk negara kita sendiri. Dengan membeli produk nasional, kita jelas memperkuat industri2 Indonesia. Semoga saja nanti para pemimpin tidak menjual perusahaannya kepada MNC pro-Israel, seperti yang telah dilakukan, misalnya, oleh Aqua dan Sari Husada kepada Danone.

Daripada kita urunan membelikan senjata untuk Israel, mendingan kita urunan untuk membeli kembali perusahaan2 ‘nasional terjajah’ itu.

Bisa nggak ya??

***

Btw, saya membuta-tulikan diri dari topik Gaza selama 3 pekan ini, tidak menonton berita/browsing berita di internet karena terlalu menyakitkan dan menyedihkan. Tapi akhirnya pertahanan hancur tadi sore. Nggak sengaja lihat video klip lagunya Michael Heart, WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza). Saya pun berurai air mata… 

Lagu bisa didownload bebas dari web-nya Michael Heart. Sesuai permintaan Mas Michael, donate after download. Yang gampang sih SMS Donasi Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina: ketik MERC PEDULI dan kirim ke 7505.

***

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) 
(Composed by Michael Heart) 
Copyright 2009 

A blinding flash of white light 
Lit up the sky over Gaza tonight 
People running for cover 
Not knowing whether they’re dead or alive 

They came with their tanks and their planes 
With ravaging fiery flames 
And nothing remains 
Just a voice rising up in the smoky haze 

We will not go down 
In the night, without a fight 
You can burn up our mosques and our homes and our schools 
But our spirit will never die 
We will not go down 
In Gaza tonight 

Women and children alike 
Murdered and massacred night after night 
While the so-called leaders of countries afar 
Debated on who’s wrong or right 

But their powerless words were in vain 
And the bombs fell down like acid rain 
But through the tears and the blood and the pain 
You can still hear that voice through the smoky haze 

We will not go down 
In the night, without a fight 
You can burn up our mosques and our homes and our schools 
But our spirit will never die 
We will not go down 
In Gaza tonight 

***

Oiya, baca juga Yahoo Follows Google and Microsoft to Israel. Pantesan aja Yahoo & MSN jarang menampilkan kabar tentang Gaza..

December 21, 2008

The Importance of A Plan

Filed under: Uncategorized — yuti @ 7:39 pm

PLAN

Satu kata yang sangat familiar (karena dulu Mamah bekerja di NGO dengan nama yang sama) tapi jarang diterapkan. Saya dulu paling malas membuat rencana. Pokoknya que sera sera.. Whatever will be, will be..

Mau kemana setelah SMA? Ah, liat aja ntar masuk yang mana..

Kapan selesai kuliah? Ah, ntar juga pasti selesai..

Kapan mau nikah? Ah, jalanin aja dulu.. (kalimat yang kata Mamah “sok ngartis banget”)

Orang Jawa mungkin terkadang memandang tabu mengungkapkan keinginan2 atau rencana2. Takut kalau nggak kesampaian dan akhirnya malu. Tapi bukan itu alasan saya tidak membuat rencana. Memang dasarnya MALAS, piye meneh?😉

Terbukti skripsi saya lama selesainya. Semua adalah akibat tidak adanya perencanaan. Saya mulai skripsi karena kepepet. The clock is ticking.. Benar2 asal sehingga saya banyak menemukan kendala akibat kurang rencana itu. Misalnya: mau pakai spektrofotometer tapi alatnya dipakai mahasiswa lain karena waktu ngelab saya nggak disesuaikan dengan jadwal praktikum, bahan untuk penelitian habis dan harus menunggu waktu panen berikutnya (yang masih beberapa bulan lagi), dll. It’s a wonder I could pass..

Setelah akhirnya lulus pun saya belum punya pegangan. Ikut Job Fair dan memasukkan surat lamaran ke setiap perusahaan yang menerima lulusan dari jurusan saya. Dari 7 lamaran yang saya masukkan (ada yang untuk perusahaan taksi Blue Bird pula — I really have no idea..), terjaring 2 bank. Kerja di bank itu ‘bukan-saya-banget’, tapi waktu itu sepertinya keren. Pada saat yang sama, dosen pembimbing saya menyarankan agar saya melamar lowongan di sebuah kantor pemerintah di sebuah kota kecil yang terbelakang. She thought it’d be good for my mental health development. Dengan berat hati saya memasukkan lamaran ke sana, sambil misuh2 di jalan yang panjang dan gronjalan, demi menyenangkan hati kedua ibu saya (Mamah dan ibu dosen itu..). Saya berkata ke Mamah, “Pokoknya kalau lolos bank X, aku cabut dari sana lho ya.. Pokoknya kalo kena denda Mamah ganti!”

A day.. a week.. a month.. passed. Lama2 saya mulai suka dengan pekerjaan saya. Meskipun di sana nggak ada mall, meskipun jauhnya puooolll, meskipun setiap hari kumpulnya dengan petani2 yang nggak keren, meskipun harus sering2 ke gunung, meskipun internet baru masuk setelah 2-3 bulan saya di sana, dan meskipun2 lainnya.. Ibu dosen benar, pekerjaan itu baik untuk saya. Saya jadi lebih bersyukur, lebih bisa menghargai dan mendengarkan orang lain, lebih berempati, dan lebih lancar berbahasa Jawa..🙂 Saya juga lebih percaya diri. Ilmu saya insyaAllah bermanfaat, bahkan yang sering saya anggap sebagai ‘pengetahuan sepele’ (misalnya photoshopblogging). Wajar saja, dari lingkungan kampus yang berisi profesor2 dan doktor2, ke tempat yang kurang akses teknologi gitu loh.. Jadi merasa lebih pintar lah.. Anyway, pekerjaan di kota kecil itu hanya temporary. Kontrak 10 bulan yang kini akan segera habis dalam hitungan hari.

Pada bulan pertama saya bekerja, saya sempat berdiskusi dengan Om. (Saya jarang diskusi masalah semacam ini dengan Papah – an older-fashioned dad.)

Om : Yuti, start planning what you’re gonna do next!!

Y  : Yaelah Om, baru juga masuk kerja..

Om : Salah itu! Mulai sekarang kamu harus apply lowongan2 atau bikin business plan apalah! Kamu tau, adikmu (sepupu) mengirim ratusan lamaran berbulan2 sebelum lulus. Bikin banyak plan, kalau perlu sampai plan Z! Jangan tunggu sampai jobless!!

Akhirnya saya mulai juga bertindak: cari2 beasiswa & lowongan kerja. Om selalu memonitor, menelpon untuk menanyakan kemajuan. “Gimana, udah sampai mana? Ayo semangat!”

Hasilnya: saya gagal dapat beasiswanya, tapi berhasil lolos CPNS. Alhamdulillah.. Saya bersyukur nggak nunggu kerjaan saya sekarang selesai kemudian baru menyerbu jobfair.

Nah, sekarang karena ‘sekolah lagi’ turun peringkat dalam skala prioritas saya, otomatis ‘cari calon suami’ jadi menempati posisi atas (meski bukan yang teratas). Udah kalah nih sama mantan, dia udah mau nikah & saya belum dapat pacar. *damn!!* Situasi & kondisi 10 bulan belakangan ini benar2 tidak kondusif..😦

Si Om pun mulai mengirimkan email address bujangan2 yang beliau approve dengan pesan “Coba kamu kontak dulu alamat ini..” Gyahahaha…

Ayo..ayo.. Wahai wife-seeker & mak comblang from all over the world, ayo berpartisipasi..!!😉

Memang Tuhan yang menentukan, tapi manusia kan wajib berencana dan berusaha.. Setuju???

December 16, 2008

Tom Yum Ceker

Filed under: Uncategorized — yuti @ 10:22 pm

Dudududu…
Malam2 begini kok tiba2 saya terbayang Tom Yum Ceker di pinggir selokan Seturan yah???
Rasa asam-pedas Tom Yum yang sudah disesuaikan dengan lidah Jawa, plus ceker empuk yang melimpah… Gapapa deh beda jauh sama Tom Yum Goong aslinya dari negeri Thai itu…
Nyam..nyam..nyam…

December 10, 2008

Eid Mubarak!

Filed under: Uncategorized — yuti @ 11:14 pm

Ada yang spesial dari Idul Adha tahun ini.. Kami sekeluarga telat sholat Eid!! hahaha.. dasar Homo sapien goblokensis..

Setelah lomba jalan cepat dari rumah menuju lapangan tempat sholat dan mengagumi balon yang dijual di luar lapangan (“Wow, warnanya ungu! Jadi kalau Idul Fitri balonnya merah & Idul Adha balonnya ungu ya?”), saya, Kapicha, dan Mamah bertemu dengan arus balik dari lapangan.

Yaaaaahhh… telat Maaah!!

Eh, tapi nggak cuma kami lho.. Masih banyak jama’ah telatan yang datang setelah kami, kebanyakan memang dari blok yang sama. Si kakak malah masih asoy di kamar mandi ketika kami bertiga berangkat. 

Mamah mengusulkan agar masjid dekat rumah kami mengadakan sholat Eid bagi warganya yang telat ke lapangan. Akhirnya hari itu kami sholat di masjid dekat rumah dengan Papah sebagai imamnya…

Huhuhu.. terharu… 

Iya sih, Papah jadi imam karena kepepet: bapak2 yang lain udah sholat di lapangan. Tapi tetap saja ini sebuah momen!

Saya jadi teringat Idul Adha 12 tahun yang lalu… *yah, ketahuan sholatnya ga khusuk..*

***

Tahun 1996 Mamah naik haji. Nggak bareng Papah, karena waktu itu Papah ‘belum siap’. Selama Mamah pergi, Simbah (ibunya Papah) tinggal di rumah kami. Dulu Papah nggak seperti sekarang ini, Pak Ketua Takmir yang rajin ke masjid, ngaji aja waktu itu nggak bisa.

Dulu Papah biasa membuat fruit wine dari nanas dalam botol kaca tebal ukuran 5-8 liter yang disimpan di atas almari TV. Wine making is not that difficult task for a food scientist like him. Biasanya proses fermentasi berjalan dengan lancar. Tapi pada suatu subuh saat Mamah berada di tanah suci..

“BOOOOMM!!!!!”

Terdengar suara ledakan yang sangat keras dari lantai bawah.

Yup!! Botol wine-nya meledak..

Untungnya si Kakak belum punya kebiasaan tidur di depan TV. Ledakannya benar2 dahsyat! Botol itu hancur berkeping2, padahal lumayan tebal. Pecahan botolnya sampai ditemukan di sudut2 dapur dan ruang tamu yang jauh dari TKP.

Yah, bisa dibilang itulah titik balik kehidupan religi Papah. Sudah diperingatkan seperti itu ya harus berubah dong.. Sejak saat itu ibadahnya semakin rajin. Papah belajar ngaji dengan adik2 saya. (Kalau sama saya nanti malah tambah bodoh, dyslexia arabic.. hehe..) Alhamdulillah, 4 tahun kemudian Papah pun tergerak untuk naik haji..

Anyway, cerita botol fermentasi yang meledak ini kerap diceritakan ulang oleh seorang kolega Papah dalam mata kuliah biokimia dan/atau fermentasi..

***

So, the moral of the story is … berilah klep pengatur tekanan pada botol fermentasi anda!

hehehe… kidding…

Happy Eid al-Adha!!

Ya ampun…

Filed under: Uncategorized — yuti @ 7:53 pm

Baru ditinggal ga posting beberapa minggu kok ganti sih tampilan dashboardnya.. ah.. aku tak biasaaa….

November 24, 2008

So little time, so much to do.. I’d rather spend my day with you..

Filed under: Uncategorized — yuti @ 7:49 pm

*hehehe.. sedikit nostalgia lagunya Arkarna..*

Hwaaa.. rupanya benar kata senior saya di kantor.. Semakin mendekati akhir tahun, semakin menggila saja pekerjaan di kantor. Perjalanan dinas semakin banyak, rapat2 semakin intensif, dan laporan terkutuk yang harus dikerjakan tentu saja semakin menumpuk.. Huhuhu.. Somebody please help me!! Kidnap me and take me to Bora-bora.. *berharap dan memasang muka sok imut*

Padahal..padahal..padahal.. banyak sekali kejadian yang ingin saya tulis. Mulai cerita2 lebaran, trip ke JaBar, pemilu US, etc. Ternyata gatel deh tangannya kalau lama nggak nulis. Dulu pakai diary, sekarang pakai blog. 

Anyway, akhirnya saya mendaftar lowongan CPNS juga. baru 3 lowongan, and still searching.. Gapapa deh, usaha dulu, bingung belakangan. *hehe.. as if bakal keterima semua*

Hari ini tadi saya ujian. Buset dah soalnya.. Ada soal tentang peternakan2 gitu, misalnya: ‘berapa jumlah anak kelinci sekali melahirkan?’ Hwaaa.. 2 ekor kalau emak-bapaknya ikut KB? Yahh.. padahal semalam saya menghafal Undang-Undang Pertanian.. 

Besok Rabu ujian lagi untuk posisi berbeda di departemen yang sama. Wish me luck yahh…

October 20, 2008

Sorry seems (not) to be the hardest word..

Filed under: Uncategorized — yuti @ 12:23 pm

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir & bathin atas segala khilaf.

Oh, maaf juga jika saya tidak membalas sms lebaran dari teman2 semuanya. Bukan karena saya telah berhasil menukar sms lebaran dengan sedekah seperti usulan pada blog ini. Bukan pula karena pelit pulsa (sampai ada teman berkomentar, “Urik, aku sms, kamu balas pake YM.”)

Tidak, teman-teman.. Sungguh bukan itu maksud saya.. Saya mulai mengirim sms lebaran pada malam takbiran. Beberapa terkirim, tapi banyak sekali yang statusnya ‘not sent’. Nah, karena saya ini malas memilah2 mana yang sudah dan mana yang belum terkirim, serta banyaknya sms yang masuk dan membuat inbox penuh, akhirnya saya diamkan saja HP saya teronggok di bawah bantal.

Begitulah.. Tapi yakinlah bahwa saya memohon maaf dengan segala kerendahan hati dan budi pekerti yang luhur, berjiwa Pancasila dan mengamalkan Dasadharma Pramuka.. *okay, stop!*

***

Kata maaf memang diobral murah di awal dan akhir bulan Ramadhan, semoga saja bukan karena trend semata. Belum tentu seorang manusia bisa mengucapkan maaf dengan tulus ikhlas. Kata adik perempuan saya, ada 3 kata penting yang memang susah diucapkan: terima kasih, maaf, dan tolong.. Dulu saya sering sakit hati karena perbuatan si adik yang semena-mena ini: jarang berterimakasih, asal main perintah tanpa berkata tolong, dan pelit mengucap maaf. Tapi kemudian saya membaca blog-nya di FS. Dan saya terharu.. Sejak saat itu saya bisa lebih memahaminya. Memang tidak semua manusia seperti saya, suka mengobral kata ‘maaf’ (karena bodoh dan banyak salah..) Adik saya sudah berusaha, dan saya wajib mengingatkannya. Jangan malah nangis bombay karena sakit hati..

Ada beberapa percakapan bertema maaf yang selalu saya ingat:

Saya dan teman ngobrolin tentang ceweknya yang selingkuh.

Teman: *dengan berapi-api* Jadi pas bundanya cewekku bilang ‘Maafin adik ya, dia kan masih kecil, masih belajar.’ Aku bilang ‘Oke, maafin sih maafin. Tapi ibaratnya meja yang dipaku, meskipun pakunya dicabut, bekasnya nggak akan hilang.’ 

Saya: Kok kayak gak ikhlas gitu?? 

***

Saya dan teman lagi jalan, ketemu sama cewek saingan teman saya.

Semua: *cipika-cipiki* Maaf lahir bathin yaa…

Begitu si cewek saingan pergi..

Teman: Huh!! Awas aja kalo dia deketin si X lagi..

Saya: ???

Hehehe.. ternyata maaf di mulut belum tentu maaf di hati..

Belum tentu permintaan maaf dari kita diterima lho.. Banyak orang yang tidak cuma susah minta maaf, tapi juga susah menerima maaf.

Kasus 1:

Suatu hari saya menabrak sepeda tukang leker yang tiba2 nyelonong masuk ke jalan. Sepedanya baik-baik saja, tapi sempat menyerempet mobil sedan di depannya. Sopir sedan langsung menepikan mobilnya dan marah-marah.

Setelah memeriksa sepeda & mobil yang bahkan tidak tergores, saya minta maaf pada sopirnya.

Jawaban sopir: “Maaf.. maaf.. enak aja maaf..!! Mau jadi apa dunia ini kalau apa-apa diselesaikan cuma dengan maaf?'”

Saya bingung menjawabnya. Karena menurut saya, betapa indahnya dunia kalau semua masalah bisa diselesaikan dengan maaf. Mungkin saya naif, tapi bukankah katanya seorang pembunuh saja bisa diampuni jika keluarga korban yang dibunuhnya mau memaafkannya?

Tapi ada pula ‘maaf’ yang dibumbui dengan ‘salah paham’ dan justru menghasilkan ‘benci’.

Kasus 2:

Suatu hari di sebuah hotel, ada satu keluarga yang terdiri dari cowok bule kerempeng-jelek, cewek lokal tampang-pas-yang-penting-berani-tampil-sexy (kelihatan kalau saya senewen), dan anak blasterannya yang kira-kira berusia 4-5 tahun. Mereka satu lift dengan saya. Ketika lift berhenti di lantai tujuan mereka, si bapak dan ibu ini keluar duluan, anaknya di belakang . Pintu lift itu ternyata hendak menutup cepat, hampir membuat si anak terjepit. Segera saya pencet tombol ‘open’ dan menahan pintu tersebut. Saya bilang “Sorry..” karena merasa kurang cepat menahan pintu. (Si anak tidak apa-apa, tapi saya sempat khawatir kalau dia takut dan trauma terhadap lift, sebagaimana saya pernah trauma terhadap eskalator)

Dan jawaban dari bule kerempeng-jelek itu: “F*@% you!!” 

Mungkin dia mengira saya sengaja menutup pintu lift pas anaknya sengaja di tengah pintu. Rupanya dia nggak cuma jelek, tapi juga bodoh..

Yah, namanya juga manusia.. Dan mengulang kata Mamah: “Orang yang meminta maaf terlebih dahulu itu lebih mulia, meskipun dirinya tidak bersalah.”

***

Oiya, satu lagi yang bagus:

Satu episode Gossip Girl.

Serena van der Woodsen: I understand. Apology accepted.

Blair Waldorf: That was fast. If I were you I would’ve made me work for it a little bit harder.

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.