syubidubidudamdam.. cuap!!

September 14, 2008

Daging Sampah

Filed under: Uncategorized — yuti @ 1:32 am

Sekarang ini sedang heboh kasus daging sampah yang beredar di pasaran. Selamat buat aparat yang berhasil melacak peredaran daging tersebut. Semoga gregetnya tidak hanya saat mendekati lebaran saja.

Banyak yang dapat dijadikan pelajaran dari kasus ini. Semua mengutuk pelaku pengolah daging sampah itu. Tapi alangkah baiknya jika kita tidak serta merta menyalahkan si pemulung dan pelaku usaha itu. Mari kita introspeksi..

Siapa sih pelakunya?

Orang miskin & bodoh.. Yang menampung dan mengolah daging sampah hasil kumpulan para pemulung karena tidak tahu lagi bagaimana cara mendapatkan uang.

Siapa pembelinya?

Well, saya yakin yang baca blog ini tidak akan membeli daging dengan harga Rp 8000,- per kilo. Jadi, lagi-lagi orang miskin dan bodoh.

Oke, buka UUD 45 pasal 34. Apa bunyinya anak-anak?

Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Nah, aneh kan kalau orang lapar, miskin, dan bodoh yang terpaksa memulung makanan sampah terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda 300 juta rupiah. Hukuman koruptor aja nggak segitunya..

Next, siapa yang membuang sampah daging?

Hotel berbintang dan restoran. Kalau sampahnya sampai bisa menciptakan suatu bisnis kelas kutu, berarti ada yang salah dengan supply chain management-nya kan? Kok bisa sampai sisa daging sebanyak itu? Bisakah diusahakan ke arah zero waste management?

Jika hotel dan restoran berkilah, sisa makanan itu adalah sisa makanan pengunjung, pertanyaan berikutnya adalah: siapa yang makannya nggak habis?? *saya jadi ingat anak-anak pre-school*

Di rumah, di pesta, di restoran, di manapun.. Mbok ya kalau ambil makanan itu secukupnya saja. Kalau terlanjur ambil banyak, be responsible, HABISKAN!! Saya paling gemes kalau melihat orang di suatu acara mengambil makanan hingga menggunung di piringnya, kemudian hanya dicicip sedikit, dan ditinggalkan begitu saja. Rasanya pengen saya elus-elus pake kompor spritus..

Ada yang aneh dengan negara ini..

Kalau punya anak, didiklah untuk menghargai makanan. Hal-hal besar terbentuk dari kebiasaan kecil.

Ignorance is no longer a bliss. It is a sin.

8 Comments »

  1. kalo nggak habis, minta dibungkus ajah… ^_^

    *curhat*
    akhir2 ini aku makin merana, karena hidup sendiri, (eiiiitsss..masih ada terusannya hi hi hi)… karena hidup sendiri, jadi makan pun ngga banyak2 amat. masak akan lebih murah dibanding beli jadi. tapi resikonya, kalo masak sendiri pasti mbuang banyak juga. nggak bisa beli wortel 1 biji, kentang 1 biji… :( ( bisanya beli plastikan, paling enggak isi 6. jadi ya… ujung2nya tempat sampah. *menghela napas panjang* i hate myself for doing this… but i hate it more if i have to eat the same menu for 1 whole week.

    yeah… mungkin itu sebabnya menikah itu menegakkan separo agama, kalo makan sekeluarga, kan lebih cepet abisnya, nggak bakal mbuang (kalopun kejadian mbuang juga paling cuma dikit). menegakkan separo agamanya karena nggak mendholimi orang laen. orang laen mau makan aja susah, yang sini malah main basket pake makanan + keranjang sampah.

    Comment by varda — September 15, 2008 @ 4:58 pm | Reply

  2. hmm, gimana kalo 6 wortel dan 6 kentang itu kamu makan sekaligus? mamamu pasti senang.. aku juga, karena aku akan terlihat langsing by comparison.. :p

    gimana kalo kamu masak trus kamu bagi2kan pada fakir miskin dan anak terlantar di India? *mother_teresa_mode_on*

    Comment by yuti — September 15, 2008 @ 10:28 pm | Reply

  3. Kasi saya aJaaa…… :D

    ApakaH anda iNgat paZ KKN syaPa yg menghaBiskan nasi paDangnYa Myu2t…? Huhuhu…

    Comment by djengwidz — September 17, 2008 @ 9:39 pm | Reply

  4. iya ya.. lupa kalo punya teman ajaib yang kapasitasnya luar biasa ini..
    jeng varda, silakan memaketkan sisa2 sayuran anda ke djengwidz..
    *hahaha.. gak kebayang bentuknya pas nyampe jogja..*

    Comment by yuti — September 19, 2008 @ 8:54 pm | Reply

  5. Wuaaaa… jgn diaWetin pake formaLin Lho,,

    Comment by djengwidz — September 20, 2008 @ 9:18 pm | Reply

  6. baeklaaaahhhhh…
    jeng widz… siyap2 terima paket wortel dan kentang dariku…. hi hi hihi *boong ding*

    Comment by varda — October 5, 2008 @ 11:50 am | Reply

  7. eee…
    anu…
    saya bisa minta juga gak?? huehehe…
    jadi inget, aku pernah punya temen di kampus yang budhis, namanya pentra.
    waktu itu aku lagi di kantin mo makan siang sendirian, trus dia dateng, yawd kita makan bareng.
    aku ngambil nasi, sayur, lauk, kerupuk, ama sambel.
    dia ngambil nasi, tempe, sama…. kecap.
    what? iya bener kecap.
    trus dia ngangkat piring sejajar kepala, trus makan.
    aku tanya, “kamu tadi ngapain??”
    dia jawab, “aku tadi berdoa”
    waktu aku selese makan, aku liat piringnya, ternyata, buersiiihh buangeett…
    gak ada sama sekali sisa nasi secuil pun.
    aku komen, “wah, gilak, kamu makannya bersih banget ya?”
    trus dia bilang, “iya, kan kasian petani yang udah capek2 nanem, lagian masi banyak yang belum bisa makan di luar sana.”
    dong dong…
    akhirnya aku cepet2 ngebersihin nasi di piringku…

    Comment by wib — October 18, 2008 @ 10:26 am | Reply

  8. irit sabun juga.. gak usah dicuci, tinggal dilap.. :p

    Comment by yuti — October 20, 2008 @ 12:30 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.