syubidubidudamdam.. cuap!!

July 10, 2008

Sedia batere sebelum mati

Filed under: Uncategorized — yuti @ 11:39 am

Sore kemarin listrik padam di Jogja barat. Di rumah hanya ada Mamah, dan saya sedang kurang mesra dengan Mamah (entah urusan kamar, listrik, kerjaan, atau perjodohan yang tidak berhasil itu). Oh, tambah lagi ketika saya membawa lilin ke kamar, Mamah teriak “Jangan naruh lilin sembarangan!” Mungkinkah Mamah telah menyadari bahwa saya hampir membakar rumah pada pemadaman listrik yang lalu?

[Waktu itu saya meletakkan lilin dalam gelas plastik di atas lemari kayu dan saya tinggal ber-candle-lite-shower-ria. Ketika keluar kamar mandi, lilin itu hilang beserta gelas plastiknya! Wow! Bukan sulap, bukan sihir.. Saya sempat mencari2 kalau lilin itu terjatuh, sebelum akhirnya menyadari seperempat permukaan lemari kayu itu sudah menjadi arang. Saya tutup saja dengan kertas & pigura, berharap bekas kebakaran itu tidak akan ditemukan selama saya masih bernafas di rumah ini.]

Lalu saya sms Kuti. (Btw, kami punya nama panggilan baru: Kapicha & Kapichi.)

Cha, listrik rumah mati ni..Ak pengen dolan aja. Dirumah sepi. Hauu.. T.T
Kamu dimana? Ga usah pulang dulu, tak susulnya..

Daannn.. saya kirim ke nomor yang salah. Ternyata sms itu mereply sms sebelumnya. Gini deh kalau kirim sms sambil memanfaatkan cahaya layar HP untuk nyari kacamata..

Kuti tak kunjung membalas. Saya tetap keluar rumah juga, mau mengembalikan VCD yang sudah telat 3 minggu dan belum saya tonton sebagian. Ketika mampir ATM, sms dari Kuti datang.

Aq skrng dkmpuz Chi.. Ni nntonin tmn2Q pd badminton.. Td sore c dJus janda jumatan*.. Km drmh aj.. Ben ngenthung.. Hahahaa..

Ealah, dasar adik durhaka! Siapa yang sedjak kemarin doeloe ngajak jalan2 yah??

[*Jus Janda Jum’atan (JJJ) adalah warung jus & smoothie enak di timur percetakan Kanisius. Nama sebenarnya saya lupa (DDP or something). Yang jelas, dulu setiap Jum’at siang, tempat itu penuh dengan cewek2 yang menunggu pasangannya sholat Jum’at. Makanya saya beri nama JJJ itu.]

Akhirnya saya sms-an dengan teman saya yang tidak terpercaya: Uut Markentut, ngajakin dolan. Bodo amat ceweknya marah2 lagi! Pokoknya saya lagi pengen cerita2..

Ut, km dimana? Main yuuk.. ngupi2 gitu. Jogja barat lagi kena jatah pemadaman ni..

Dimana? Tp ni mo makan bentar sama temen. Gimana?

Yuti lg balikin CD di tpt biasa. Uuh.. ga jd aja. Ntar nunggunya lama..

Duh ngambek :[ sabar yah, cuma makan bentar..

Yaudah, saya juga agak lama di rentalan CD, ngobrol2 sama masnya, yang saya baru tahu ternyata punya tato dipunggungnya. Bukan apa2, kaget aja karena masnya punya tampang anak kuliahan yang nggak neko2. Tapi setelah dipikir2, tidak mengherankan karena di dekat rentalan itu ada butik tato. *Lesson1: Don’t judge a book by its cover. Lesson2: I have poor observation.*

Yut…

Dimana?

Seperti biasa dia langsung membalas. Tapi baru beep..beep.. Blep, HP saya mati. Aaaarrrggghhhh…

Aduh..kalau saya nggak sempat nanya ‘dimana’, mungkin saya santai2 saja. Paling2 dia mengira saya masih ngambek. (which is highly unlikely, karena kejadian seperti ini sudah sangat tipikal) Tapi mengingat sms yang seharusnya saya terima itu adalah jawaban pertanyaan ‘dimana?’, saya akan merasa bersalah kalau ternyata dia menunggu saya di suatu tempat, kedinginan, trus akhirnya mengalami hipotermia. Jadi saya muter2 mencari counter HP yang kira2 punya charger. Tapi ternyata semua counter HP yang menetap sudah tutup, tinggal counter di pinggir jalan yang nggak punya colokan. Akhirnya saya ke rumah tante saya di Pogung, numpang buka 1 sms.

Dan ternyata..

Masih maem…yuti marah?

Owhh..
Saya matikan lagi HP saya dan pulang dengan tenang.

***

Pernah saya janjian ketemu dengan teman saya Mister di suaru airport. Rencana semula, Mister yang datang lebih awal akan menunggu saya yang datang siang, lalu kami akan menunggu orang yang akan menjemput kami. Kok ya sampai sana batere HP saya ngedrop. Berulang kali saya pakai jasa paging system untuk memanggil Mister. Tapi sepertinya mbak petugas itu agak buta alfabet, yang dia bunyikan itu sama sekali nggak mirip dengan nama Mister. Saya nggak tahu siapa yang akan menjemput saya, nggak tahu daerah tempat workshop yang akan kami ikuti, nggak bisa membaca tulisan cacing, dan nggak mudeng bahasanya. Saya membuat tulisan identitas diri, saya tempelkan di koper, dan saya bawa sa’i antara Terminal1 dan Terminal2 sampai kaki saya lecet.

Saya duduk, melihat sekeliling kalau saja ada colokan listrik. Saya cuma menemukan satu:
colokan vending machine
*bayangkan mesinnya bersinar, di tengah2 lingkungan yang jadi hitam-putih*.
Hmm, tapi ada dua kemungkinan kalau saya nekat mencabut kabel vending machine dan nge-charge HP saya:

  1. benda2 dalam vending machine itu rusak dan setelah proses pengadilan yang panjang saya harus membayar ganti rugi,
  2. vending machine-nya baik2 saja, tapi charger saya nggak cocok dengan colokannya, menyebabkan korslet dan pemadaman total sehingga pesawat2 tergelincir karena arahan yang kacau dari bandara.

Oke.. resikonya terlalu besar.

Akhirnya saya menuju ke pos polisi wisata, “Excuse me, uhmm…, can I recharge my cellphone here?”

Untung polisinya baik hati, gemar menolong dan tidak sombong. Saya diijinkan nge-charge HP disana, meskipun saya jadi kelihatan seperti turis yang ditahan karena dokumennya tidak lengkap.

Dan sedihnya, sms pertama yang masuk adalah sms dari dosen saya di Jogja yang isinya turut berduka cita atas meninggalnya nenek saya.. *Yah, that’s how I knew my grandma passed away.*

***

Ohh.. mengapa hal bodoh macam ini terjadi lagi? Selain kejadian di atas, sebenarnya sudah sering saya kehabisan batere HP karena lupa nge-charge. Tapi biasanya ada teman yang tulus ikhlas meminjamkan HPnya. And I took it for granted. Mengapa saya tidak mengambil pelajaran dari peristiwa sebelumnya dan membeli batere HP ekstra?
*Oke, saya telah memasukkan batere HP dalam daftar belanja saya.*

***

Sampai rumah, listrik sudah menyala. Adik2 sudah di rumah. Dan ketika HP akhirnya hidup kembali, ada 5 sms dan 2 missed call. Seharusnya saya diamkan saja ya? Tapi karena saya nggak tegaan, saya bales juga.

Nggak marah kok. Td batere abis.

Ckckck… why do I have to be nice?

4 Comments »

  1. lho, alkaline kan dijual dimana2…???

    Comment by wib — July 10, 2008 @ 10:20 pm | Reply

  2. HPku ga pake alkaline. pake aki tenaga nuklir.. :p

    Comment by yuti — July 11, 2008 @ 10:15 am | Reply

  3. jebul aku iso mbuka wordpress… ha ha ha ha..
    blogku kupindahkan ke wordpress aja deh abis ini ^_^

    niwei.. yeah.. what a touchy **** story… ***kusensorlah***

    Comment by varda — July 25, 2008 @ 3:48 pm | Reply

  4. yeah, welcome to wordpress..

    apa itu yg disensor ya? ;p

    Comment by yuti — August 10, 2008 @ 4:30 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.