Wahai para wanita Indonesia.. Selamat hari Kartini!
Kenapa hari Kartini sering kali dirayakan dengan memakai pakaian daerah? Menurut saya, memakai pakaian daerah itu lebih cocok dilaksanakan untuk memperingati Hari Proklamasi atau Hari Sumpah Pemuda, untuk mempertegas suasana Bhinneka Tunggal Ika-nya Indonesia.
Lebih konyol lagi pemilihan Kartini dan Kartono. Who is Kartono? Bukankah dia kakaknya Kartini. Kenapa menjadi tokoh ekuivalen dengan Kartini? Kenapa nggak Ki Hadjar Dewantara saja yang jelas merupakan pejuang pendidikan? Pemilihan Kartini2an semacam itu masih sering dinilai berdasarkan kecantikan dan keluwesan berpakaian nasional, mirip pemilihan Putri Indonesia.
Saya sendiri bersyukur tidak harus memakai busana nasional lagi setiap hari Kartini. Alasannya? Well, sudah pernah mencoba naik motor pakai kain & kebaya? RIBET!
Bukan berarti saya nggak suka kebaya lho! Kebaya Indonesia menurut saya adalah salah satu pakaian tercantik di dunia. Jaman SMA pas centil2nya, saya juga ikut heboh berkebaya Kartini.. Kapan lagi bisa berpakaian seksi ke sekolah dengan ijin dan restu guru2, tanpa khawatir berurusan dengan guru BP? *hehe, niat yang tidak mulia* Ah, saya jadi ingat teman saya yang kejar2an dengan guru BP karena dia memakai kostum India backless, sleeveless & keliatan pusarnya waktu National Day, akhirnya tertangkap dan harus memakai kaos olahraga bau obat yang ada di UKS, yang sangat tidak matching dengan kain sari-nya.
Yah, apapun alasannya, himbauan untuk mengenakan pakaian nasional pada hari Kartini di sekolah2 telah memberi cipratan rejeki bagi para pengusaha persewaan pakaian nasional. Jika dipoles lagi dengan ilmu2 marketing yang sip, tentu saja Hari Kartini bisa menjadi peluang bisnis baru. Just like what people did for Valentine’s Day.
