syubidubidudamdam.. cuap!!

April 30, 2008

Desa Wisata Jamur

Filed under: Uncategorized — yuti @ 5:17 pm

Dalam perjalanan menuju Samigaluh, di barat Godean, terdapat papan penunjuk ke arah utara bertuliskan Desa Wisata Jamur 3 km. Saya dan teman saya langsung ingin mengunjunginya dalam perjalanan pulang.

Kami pulang pukul 13. Panas, haus, dan lapar. Kami sudah membayangkan makan siang dengan makanan aneka jamur. Dalam perjalanan, mulut saya komat-kamit menyebutkan nama-nama jamur, “Jamur merang, champignon, jamur tiram, jamur kuping, enoki, hmm..” Mungkin kami akan membawa pulang sebagai oleh2 untuk keluarga di rumah.

Kami berbelok sesuai petunjuk. Kami menghitung jarak, 1.. 2.. 3 km. Di mana desa itu? Kanan dan kiri jalan terbentang sawah luas. Kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan menuju utara.

4 km sudah perjalanan dari perempatan tempat papan penunjuk itu dipasang dan masih tidak ada tanda2 ada desa wisata jamur. Kami bertanya pada seorang gadis penjaga counter HP. Dia tidak tahu. Kami berbalik arah dan bertanya pada serombongan anak SMP yang sedang mengutak-atik motor.

“Itu lho mbak, ada papan penunjuknya.”

“Tapi itu kan budidaya udang galah dik.”

“Iya di situ.”

Maka kami menuju ke arah yang ditunjukkan anak2 SMP itu. Di daerah itu banyak restoran lobster air tawar, rumah dari jaringan restoran Mang Engking. Kami berhenti untuk membaca menu di salah satu pintu masuk restoran. Lobster air tawar, ikan gurameh, ikan nila.. Tidak ada jamur. Bukannya kami tidak doyan makanan itu, tapi harga makanan tersebut benar2 tidak sesuai dengan kondisi dompet kami yang belum mendapat asupan gaji.

Kami menduga jamur itu dibudidayakan di dalam desa yang teduh karena tidak mungkin mereka menumbuhkan jamur di daerah dekat kolam yang panas. Kami pun masuk ke dalam desa.

Setelah berputar2 tanpa hasil, tak melihat tanda2 budidaya jamur dan tak ada orang yang bisa ditanya (desa itu seperti desa hantu), kami memutuskan untuk pulang.

Ketika kami akan keluar dari desa itu, pandangan kami tertumbuk pada sebuah batu besar di mulut jalan. Kami menghampirinya. Ternyata itu adalah batu tanda peresmian, dengan tanda tangan pejabat setempat. Tulisannya:

Peresmian Desa Wisata Kawasan Budidaya Udang Galah
Jamur, Sendang Rejo, Minggir, Sleman

Oalaah.. Jamur itu nama desanya to?

April 23, 2008

Manis (tanpa Manja) Group

Filed under: Tentang Pangan — yuti @ 5:39 pm

*Hasil ndomblong di kantor ^_^*

Beberapa bulan yang lalu beredar pesan yang berisi peringatan untuk tidak mengkonsumsi sejumlah minuman yang tercantum dalam daftar. Alasannya karena minuman tersebut mengandung SIKLOMAT, suatu bahan kimia yang dipercaya dapat menyebabkan penyakit lupus.

Maksud dari pesan itu baik, yaitu agar konsumen di Indonesia lebih cermat dan waspada dalam memilih produk yang akan mereka konsumsi. Namun penyampaian pesan2 semacam itu acap kali mengandung informasi yang kurang tepat dan mungkin malah bisa menyesatkan di kemudian hari.

Pertama, bahan yang dimaksud adalah siklamat (atau cyclamate dalam bahasa Inggris). Bukan siklomat ya.. Kalau Siklomat itu temannya Siklamit. Mereka berdua membantu kerja Dukun.
Contoh kalimat: “Dukun, Klomat, Klamit membaca mantera.”

Siklamat ini bukan barang baru kok. Siklamat dan temannya yang sudah lebih ngartis, sakarin, adalah contoh pemanis buatan yang memiliki intensitas kemanisan lebih tinggi dibandingkan dengan gula sukrosa.

Gula sukrosa adalah gula pasir yang biasa kita konsumsi. Kalau di Indonesia biasanya berasal dari tebu, sedangkan di Eropa banyak diperoleh dari bit (beet, bukan byte). Sukrosa ini biasa dijadikan standar kemanisan pemanis2 lain. Misalnya: fruktosa 1.7x manis sukrosa, stevia 250x manis sukrosa, sorbitol 0.6x manis sukrosa, dst. Sukrosa ini merupakan karbohidrat murni, dengan kandungan energi 3.94 kkal per gram. Jangan banyak2 mengkonsumsi gula ya! Hal itu bisa menyebabkan obesitas dan resistensi terhadap insulin (dengan kata lain = diabetes).

Banyak perusahaan minuman ringan yang kini mengganti pemakaian sukrosa dengan pemanis alternatif. Yang paling banyak digunakan adalah high fructose corn syrup (HFCS) yang selain lebih manis juga memiliki indeks glisemik yang lebih rendah sehingga relatif lebih aman bagi penderita diabetes (meskipun hal ini masih menjadi perdebatan para ahli gizi). HFCS ini bukan murni fruktosa lho, tapi campuran glukosa dan fruktosa. Di Indonesia, terdapat sirup jenis ini dengan merek Rose Brand.

Masih banyak pemanis alternatif lainnya, baik yang alami maupun buatan. Yang alami contohnya adalah stevia (dari daun stevia, banyak dipakai untuk pemanis minuman), sorbitol dan xilitol (dalam permen anti-karies gigi), serta beberapa jenis protein (seperti monelin, pentadin, dan braselin). Sedangkan yang buatan, selain siklamat dan sakarin yang telah disebutkan, adalah asesulfam-K, aspartam, sukralosa, dll.

Para pemanis alternatif itu bisa kita temui di supermarket dengan berbagai merek. Formulasi dari merek2 itu pun bermacam2; ada yang murni satu jenis pemanis buatan, ada yang campuran beberapa pemanis buatan, ada yang campuran gula sukrosa dengan pemanis buatan, dan ada yang murni pemanis alami seperti saya.. *ahee..* ;)

Berikut saya tampilkan tabel para pemanis alternatif, baik yang alami maupun buatan. Nama pemanis kebanyakan tertulis dalam bahasa Inggris karena selain beberapa nama jadi wagu jika di Indonesia-kan (misal: Miraculin jadi Mirakulin, mengaburkan asal katanya yaitu dari miracle fruit), saya khawatir, siapa tahu beberapa nama merupakan nama paten yang tidak boleh di Indonesia-kan.

Pemanis alternatif alami

No. Nama Dibandingkan dengan sukrosa Kode Keterangan lain
Kemanisan terhadap berat Kemanisan terhadap energi Densitas energi
1 Brazzein 800× Protein
2 Curculin 550× Protein
3 Erythritol 0.7× 14× 0.05×
4 Fructose 1.7× 1.7× 1.0×
5 Glycyrrhizin 50×
6 Glycerol 0.6× 0.55× 1.075× E422
7 Hidrolisat pati terhidrogenasi 0.4-0.9× 0.5-1.2× 0.75×
8 Lactitol 0.4× 0.8× 0.5× E966
9 Lo Han Guo 300×
10 Mabinlin 100× Protein
11 Maltitol 0.9× 1.7× 0.525× E965
12 Mannitol 0.5× 1.2× 0.4× E421
13 Miraculin Tidak manis, tapi memodifikasi reseptor rasa sehingga rasa asam terasa manis sementara Protein
14 Monellin 3000× Protein
15 Pentadin 500× Protein
16 Sorbitol 0.6× 0.9× 0.65× E420
17 Stevia 250×
18 Tagatosa 0.92× 2.4× 0.38×
19 Thaumatin 2000× E957 Protein
20 Xylitol 1.0× 1.7× 0.6×

Pemanis buatan

No. Nama Kemanisan dibanding sukrosa (by weight) Kode Status Terdapat dalam produk
1 Acesulfame potassium (acesulfame-K) 200× E950 Ijin FDA 1988 Nutrinova, Tropicana Slim Gula Tebu Rendah Kalori
2 Alitame 2000× Pending ijin FDA Pfizer
3 Aspartame 160-200× E951 Ijin FDA 1981 Equal, NutraSweet, Tropicana Slim (Classic, Lemon C, Antioxidant)
4 Garam aspartame-acesulfame 350× E962 Twinsweet
5 Cyclamate (siklamat) 30× E952 Dilarang FDA 1969, peninjauan kembali
6 Dulcin (dulsin) 250× Dilarang FDA 1950
7 Glucin 300×
8 Neohesperidin dihydrochalcone 1500× E959
9 Neotame 8000× Ijin FDA 2002 NutraSweet
10 P-4000 4000× Dilarang FDA 1950
11 Saccharin 300× E954 Ijin FDA 1958
12 Sucralose 600× E955 Ijin FDA 1998 Splenda, Tate & Lyle, Diabetasol NuLife, Tropicana Slim Zero Calorie
13 Isomalt 0.45-0.65× E953

Ada yang menarik dengan sukralosa. Sukralosa adalah pemanis buatan yang berasal dari sukrosa atau raffinosa, dengan tiga atom Cl menggantikan tiga gugus –OH. Merek terkenal yang menggunaan sukralosa adalah Splenda. Mari kita lihat struktur sukrosa dan sukralosa

Mirip ya? Tapi efek penggantian gugus –OH itu membuat sukralosa 600 kali lebih manis daripada sukrosa. Sukralosa ini menjadi tidak dikenali di dalam tubuh dan tidak masuk dalam jalur metabolisme sehingga tidak dikonversi menjadi energi. Meskipun termasuk senyawa organoklorida, sukralosa tidak larut maupun terakumulasi dalam lemak seperti organoklorida lain sehingga aman digunakan selama dalam batas tertentu, ADI 15mg/kg berat badan/hari. Misal berat saya 50 kg (itu berat sesungguhnya ding..) maka saya bisa mengkonsumsi hingga 750mg sukralosa per hari tanpa efek samping. Jika satu kemasan Splenda beratnya 1g (berat sesungguhnya kurang dari 1g), terdiri dari 95% dekstrin sebagai filler dan kurang dari 1.5% sukralosa (kurang dari 15mg per saji), maka batas penggunaan Splenda untuk saya adalah 50 kemasan per hari. Lumayan kan? Bisa minum 50 gelas teh manis Splenda per hari tanpa takut kena diabetes. Tapi mungkin nanti kandung kemihnya soak karena pipis terus.. hehe..

Nah, yang menjadi masalah adalah marketing Splenda. Tagline Splenda yang berbunyi “Made from sugar, so it tastes like sugar” memancing kontroversi. Merisant, perusahaan yang memproduksi pemanis Equal menuduh McNeil Nutritionals menyesatkan konsumen. McNeil balik menyerang, mengatakan bahwa Merisant ini dendam karena sejak Splenda dikenalkan pada tahun 1999, penjualannya berhasil mengalahkan Equal hingga empat kali lebih tinggi. Selain itu, Merisant kalah di pengadilan Puerto Rico yang mengharuskannya mengganti kemasan Equal yang menyerupai kemasan Splenda. *Oow.. kamu ketahuan.. niru kemasan..*

Tidak hanya Merisant, The U.S. Sugar Association yang mewakili petani tebu dan bit pun ikut protes dengan membuat website The Truth About Splenda, yang kemudian dibalas oleh McNeil dengan website Splenda Truth. Hmm..kalau ada gula ada semut, ada sukralosa ternyata ada kontroversi..

Aduh, saya jadi ngalor-ngidul membahas sukralosa. Siklamat dan teman2nya saya bahas lain waktu ya..

April 22, 2008

Saya dan Otomotif

Filed under: Uncategorized — yuti @ 4:59 pm

SMS Yuti ke Senior:
Mbak, kami nyampe kantor telat, harus ganti ban dalam. Kirain bocor, harus nambalin. Eh, ternyata ban dalamnya dah putus. Jadi harus ganti deh.. Jangan kangen ya..

SMS balasan:
Ih, siapa juga yang kangen.. Oiya, Pak Sis bilang, suruh ganti shog aja.

Nah, saya bingung. Saya pun nanya teman saya (cewek), “Ka, shog itu apa ya? Shockbreaker kan maksudnya?”, sambil nunjukin sms dari senior, “Emang di bagian mana sih? Di dekat ban kan?”

Dia ternyata lebih nggak mudeng. Shog itu kursinya kan?”

Haduh.. Iya saya bodoh dalam hal mesin2an, tapi saya tau lah kalau shockbreaker itu bukan kursi motor. Akhirnya saya kirim SMS:
Mbak, tanyain Pak Sis dong, shockbreakernya di mana? Harus diapakan?

Tapi karena SMS balasannya lama, saya pun langsung bertanya pada Pak Bengkel (PB), “Pak, shocknya perlu diganti ya?”

Bapak itu memandang saya. Lama.

PB: Shock?”

Yuti: “Iya Pak, kata teman saya shockbreakernya perlu diganti.”

PB: “Tapi shockbreakernya gapapa Mbak. Ini cuma ban dalam aja yang putus. Pasti tadi gembos tetep dinaikin ya Mbak?”

Yuti: “Hehe, iya Pak. Habis tanjakan sih. Ya udah Pak kalau shockbreakernya nggak apa2.”

Baru saja saya duduk kembali, SMS balasan masuk:
Hehe..Maksudnya Pak Sis, diganti SHOGUN aja.. :

GYAAAA…!!! Siyal.. Mempertunjukkan kebodohan saya di muka Pak Bengkel.

***

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya baru bisa nyetir mobil, saya diajari bagaimana cara mengecek oli mesin, air karburator, dan aki oleh Om dan supirnya.

Yuti: “Om, kalau mogok gimana Om? Kalau bannya gembos? Cara ganti ban?”

Om saya masuk rumah. Saya sangka beliau akan mengambil peralatan, ternyata beliau mengambil HPnya.

Om: “Kalau mogok, kamu telpon aja bengkel ini suruh datang.”

Supir Om: “Iya Mbak, susah lho..”

Huhuhu… Saya disepelekan.. T.T

***

Ada yang tahu buku tentang mesin kendaraan bermotor yang oke dan gampang dipahami nggak? Saya mau mempelajari istilah2nya biar nggak terlihat bodoh di bengkel ahh.. *semangat Hari Kartini*

April 21, 2008

Hari Kartini 2008

Filed under: Uncategorized — yuti @ 4:44 pm

Wahai para wanita Indonesia.. Selamat hari Kartini!

Kenapa hari Kartini sering kali dirayakan dengan memakai pakaian daerah? Menurut saya, memakai pakaian daerah itu lebih cocok dilaksanakan untuk memperingati Hari Proklamasi atau Hari Sumpah Pemuda, untuk mempertegas suasana Bhinneka Tunggal Ika-nya Indonesia.

Lebih konyol lagi pemilihan Kartini dan Kartono. Who is Kartono? Bukankah dia kakaknya Kartini. Kenapa menjadi tokoh ekuivalen dengan Kartini? Kenapa nggak Ki Hadjar Dewantara saja yang jelas merupakan pejuang pendidikan? Pemilihan Kartini2an semacam itu masih sering dinilai berdasarkan kecantikan dan keluwesan berpakaian nasional, mirip pemilihan Putri Indonesia.

Saya sendiri bersyukur tidak harus memakai busana nasional lagi setiap hari Kartini. Alasannya? Well, sudah pernah mencoba naik motor pakai kain & kebaya? RIBET!

Bukan berarti saya nggak suka kebaya lho! Kebaya Indonesia menurut saya adalah salah satu pakaian tercantik di dunia. Jaman SMA pas centil2nya, saya juga ikut heboh berkebaya Kartini.. Kapan lagi bisa berpakaian seksi ke sekolah dengan ijin dan restu guru2, tanpa khawatir berurusan dengan guru BP? *hehe, niat yang tidak mulia* Ah, saya jadi ingat teman saya yang kejar2an dengan guru BP karena dia memakai kostum India backless, sleeveless & keliatan pusarnya waktu National Day, akhirnya tertangkap dan harus memakai kaos olahraga bau obat yang ada di UKS, yang sangat tidak matching dengan kain sari-nya.

Yah, apapun alasannya, himbauan untuk mengenakan pakaian nasional pada hari Kartini di sekolah2 telah memberi cipratan rejeki bagi para pengusaha persewaan pakaian nasional. Jika dipoles lagi dengan ilmu2 marketing yang sip, tentu saja Hari Kartini bisa menjadi peluang bisnis baru. Just like what people did for Valentine’s Day. ;)

Quote of the day – by Shinchan

Filed under: Uncategorized — yuti @ 3:22 pm

“Hanya orang dewasa yang hatinya ternoda yang tidak mengerti kelucuan ulat bulu.”

Hahahah.. Are you kidding me Shinchan?

April 20, 2008

Emang si sapi..?

Filed under: Uncategorized — yuti @ 8:49 pm

Pernah lihat iklan sabun Lux Magic Spell? Terkisah seorang gadis cantik nan lugu, seperti Putri Aurora atau putri-putri lainnya di dongeng Disney. Suatu hari di hutan, ia menemukan ‘batu wangi’ yang kemudian digunakannya untuk mandi. Tak lama kemudian, gadis itu menjelma menjadi gadis malam pemikat lelaki, memakai rok mini, harum semerbak mewangi, berlenggak di gang berhias lampu neon bar & hotel melati. *meskipun gak penting, saya tambahin ‘melati’ ya, biar berima..*

Sebenarnya apa sih yang ingin disampaikan oleh Lux? Bahwa sabunnya mampu membuat gadis baik hati menjadi gadis ‘baik, Om!’? Saya jadi penasaran bagaimana hasil penjualan sabun Lux Magic Spell tersebut. Laris manis kah?

Benarkah gambaran iklan tersebut merefleksikan keinginan para perempuan Indonesia? Jika iya, pastilah Ibu kita Kartini menangis di dalam kubur. *Memangnya hanya beranak saja yang bisa dilakukan di dalam kubur?*

Beberapa tahun ini, semakin banyak saja hal gila yang dilakukan atas nama emansipasi. Di majalah Cosmopolitan terbitan Australia 2 tahun yang lalu, ada artikel yang mendebatkan tentang perempuan2 flashing their boobs in public. Yang pro bilang: “Sudah saatnya para wanita berani menunjukkan dada mereka di depan umum. Ini adalah emansipasi. *Mbahe koprol! Emang si sapi?*

Artikel yang sama juga menyebutkan, sementara pakaian wanita cenderung semakin terbuka, pakaian pria justru cenderung semakin tertutup saja. Pantas saja semakin banyak pria yang tidak berminat terhadap wanita. Mereka mungkin sudah kebal melihat aset2 yang pating pethungul itu. Dan mereka pun penasaran dengan apa yang ada di dalam jas2 tertutup itu.. *haiyah.. saya juga melu2 penasaran ahh..*

Sejauh apa sih wanita harus menuntut emansipasi-nya?

April 12, 2008

Is it hard being a MAN?

Filed under: Uncategorized — yuti @ 1:49 am

Baru saja saya berkunjung ke Amplaz dengan tujuan nonton, setelah berbulan2 puasa nonton. Teman saya, Djeng Nett, kebetulan pas pulang dari pengembaraannya di benua Eropa.

Ini kali kedua kami ke Amplaz dalam bulan ini. Dan kami masih saja terpana dengan semakin banyaknya pria2 yang menurut kami ‘tidak berperilaku sebagaimana seharusnya seorang pria’. Ada pria yang memakai rok tutu (rok untuk menari balet) berwarna shocking pink, full make-up, wig pirang panjang, topi tinggi seperti yang digunakan oleh si kucing dalam The Cat in The Hat. Ada pula yang memakai pakaian wanita super seksi, meskipun muka, potongan rambut dan badannya sangat pria. Lalu ada juga dua orang pria, yang satu sangat tampan, satunya lagi biasa saja. Sekilas tampak baik2 saja. Tapi kemudian kami melihat sikap mereka yang mesra, saling menggelitiki tangan, dan jari kelingking pun bertautan. Wah!

Saya sudah sering membahas hal ini dengan si Djeng Nett. Mengapa fenomena ini semakin banyak saja di Jogja? Salah siapa mereka jadi demikian? Apakah para wanita memang tidak menarik lagi di mata mereka? Susahkah menjadi laki-laki sejati? Bagaimana caranya menjaga anak2 kita kelak? Bagaimana menjawab berbagai pertanyaan anak2 kita kelak? Ada sejuta pertanyaan yang belum bisa terjawab pasti.

Biasanya diskusi kami akan ditutup dengan kalimat, “Aku takut..”

Takut tidak mendapat suami karena pria2 lebih tertarik pada sesamanya. Takut tidak mampu menjaga keluarga kelak. Dan terutama, takut Allah akan segera menjatuhkan azabnya.

Mungkinkah ini hanya paranoia belaka? Ataukah memang sudah sewajarnya kami khawatir?

Blog at WordPress.com.