Jangan tanya gimana TOEFL saya tadi! Tanpa ditanya pun saya akan cerita.
Teman saya khawatir kejadian kemarin akan mengganggu performa saya dalam mengerjakan TOEFL. Mulanya sih saya optimis bahwa kejadian kemarin tidak akan mempengaruhi kinerja saya. Saya lupa bahwa saya ini suka telat mikir alias telmi. Hal yang terjadi kemarin (yang semula tidak begitu saya pikirkan), baru saya pikirkan hari ini. Dan seharusnya saya menyadari bahwa segala bentuk ujian akan melibatkan belajar. Proses belajar melibatkan membaca dan menulis. Membaca dan menulis, untuk saya, pasti melibatkan daydreaming atau plesir-nya pikiran saya entah kemana, yang jelas diluar topik yang sedang dipelajari. Well, one thing led to another..
Yang terjadi tadi:
1. Saya datang mepet, jam 18.30 lebih sedikit. Ini karena adzan Maghrib baru dikumandangkan jam 18.05, sehingga saya baru berangkat dari rumah Om (yang dekat dengan tempat ujian) jam 18.20. Meskipun belum mulai, tapi melihat banyak orang sudah duduk manis dan petugas mulai membagi buku petunjuk cukup membuat saya nervous.
2. Mood saya jelek. Rasanya pengen marah terus & susah konsentrasi. Mungkin juga ini gara2 jerawat yang seolah2 berlomba2 untuk muncul di muka saya, dan harga obat jerawat yang melambung tinggi sejak terakhir kali saya ke salon (yaitu ketika dinosaurus masih merajai dunia, dan radja belum mendinosauruskan dunia).
3. Saya tidak membawa pensil 2B yang sudah saya siapkan. Tadi siang saya rebutan pensil 2B bergambar kelinci dengan adik. Kurangnya konsentrasi mengakibatkan saya melupakan pensil hijau 2B bertuliskan ‘for computers’ itu. Yang saya bawa adalah pensil kelinci dan pensil otomatis (a.k.a. pensil cethik2), yang kurang efektif untuk menghitamkan lembar jawaban dengan cepat. Plus, saya lupa membawa rautan untuk pensil kelinci.
4. Saya keliru membawa penghapus. Yang saya bawa adalah penghapus untuk pensil warna pola jahitan, mereknya saja ‘Dressman’. Penghapus ini lebih kasar, mirip penghapus untuk pulpen.
5. Udara dingin, perut saya kembung. Praktis saya menjadi buntelan kentut angin berjalan. Sayang saya tidak bisa buang gas di ruang ujian. Menurut pustaka, biogas terbukti sebagai senjata yang bisa membuyarkan konsentrasi lawan. Meskipun demikian, saya sempat bersendawa sekali, dan cukup keras.
6. Karena nama saya yang cukup panjang, ditambah dengan penggunaan pensil cethik2 yang diameternya kecil, kecepatan menulis (dan menghitamkan bulatan) saya rendah. Sehingga ketika yang lain sudah sampai ke pengisian kolom 6, saya masih saja berkutat di kolom 1 (kolom nama). Ini membuat saya tambah nervous.
7. Di kolom pernyataan dan tanda tangan, ada bagian menyalin tulisan:
I hereby affirm that I am the person whose name is given on this answer sheet.
Lalu di bawahnya tertulis perintah:
Also sign your name on the line provided, and enter today’s date (in numbers).
Yang terjadi adalah saya menulis:
‘I hereby affirm that I am on the line provided, and enter today’s…’
WHAT??!! Buru2 saya hapus dengan penghapus tukang jahit itu..
8. Proses menghitamkan jawaban saya sangat lama (lihat poin #3). Sehingga di Section 1: Listening Comprehension, saya selalu tertinggal.
9. Lagi2 karena poin #3, saya belum selesai menghitamkan jawaban Section 2 ketika waktu habis. Untung sudah saya jawab semua meski akhirnya proses penghitaman jawaban Section 2 musti mencuri waktu dari Section 3.
Saya jadi tidak berharap banyak dari TOEFL ini. Tadinya saya mentargetkan score 600 *cih, gayanya..*, atau setidaknya lebih tinggi dari TOEFL sebelumnya. Syukur2 bisa mengalahkan teman saya Diajeng Cahaya Batu Permata.. ;p (hehe, peace Djeng!)
Setelah mandi, pakai minyak kayu putih, minum coklat pahit panas (2 sdm coklat bubuk Van Houten + 1 sdm susu bubuk + 1 sdt gula pasir + 200 ml air panas), dan nge-blog, there is only one more thing in the world that could make me feel better: a good night sleep!
Selamat malam semuanya!

mwahahahahaha… sudah kuduga pasti akan ada kejadian aneh lagi… mmmhhhmmm… i REALLY envy you everytime you do those stupid (unique-red) crazy things!
Don’t worry.. let’s just wait and see *wink*
Comment by sunett — February 26, 2008 @ 1:56 am |
see if I can beat you, you mean? ahahahah…
aku kangen mimik coklat anget buatanmu.. coklat buatanku tidak lolos uji sensoris dengan panelis piaraan2ku..
(
Comment by yutikutikulalabeibeh — February 26, 2008 @ 9:55 pm |
huahaha…
kamu tampak dodol…
Comment by wib — February 27, 2008 @ 9:46 am |
@wib: dodol garut?
@nett: ternyata kemarin itu lagi PMS..
Comment by yutikutikulalabeibeh — February 27, 2008 @ 5:41 pm |
ahemm… kok aku belom (PMS) ya? *penting ngga siiih?*
cokelatnya udah bener belom Neng? Kowe tukune nganggo logat jowo ndeso medhok… tako karo bakule.. “mbak, tumbas cokelat bendrop”
dijamin… enggak kalah ma hot choco nya DD ^^
Comment by sunett — March 1, 2008 @ 7:32 am |