syubidubidudamdam.. cuap!!

February 22, 2008

Mbok.. Aku WISUDA Mbok..

Filed under: Uncategorized — yuti @ 8:18 pm

Finally, setelah luntang-lantung selama 5 tahun 6 bulan di kampus untuk urusan yang jelas maupun yang tidak jelas, akhirnya tgl. 19 kemarin saya diwisuda. Dan karena ini pertama kalinya saya diwisuda di GSP, saya baru tahu bahwa acaranya sungguh penuh dengan fenomena yang unik.

Untuk acara ini saya dandan sendiri. Bangun jam 3 pagi trus mandi, berpakaian, dan pergi ke salon buat make-up itu sangat tidak mencerminkan jiwa saya. Jadi ketika teman saya, sebut saja Mawar, cerita bahwa dia bangun kesiangan (yaitu jam 4 kurang seperempat) saya langsung pamer “Hah, jam segitu kesiangan? Aku dong bangun jam setengah 5 tapi bisa datang 1 jam lebih awal dari kamu. Masih sempat sarapan banyak lagi..

Karena masa penantian masuk ke GSP cukup lama (agak nyesel saya, kenapa nggak datang telat aja..), saya jadi sempat mengamati keadaan sekitar. Wuiihh.. uedan.. ada yang pake sanggul tradisional sebesar caping sehingga toganya harus dijepit sana-sini. Ada yang make-upnya full glitter sehingga jika saja dia nggak pakai toga pasti sudah saya sangka penyanyi campur sari. Tapi ada juga yang memperlakukan hari wisuda ini seperti hari biasa. Si Mbak ini pakai kemeja semi-jaket, celana panjang, no make-up, dan I-just-wake-up hair, alias acak2an. Hebat! Barangkali si Mbak ini berniat kuliah seperti biasa, trus sampai kampus ketemu temannya, “Heh, kamu kan wisuda hari ini.. Ni pake toga!” trus menuju ke GSP deh..

Ternyata banyak yang merasa tidak cukup hanya membawa dua pendamping wisuda, entah itu orangtua atau pasangannya. Beberapa membawa satu pleton pendamping wisuda. Seperti ketika wisudawan/wisudawati berbaris menuju dalam GSP, ada yang sibuk menelpon kerabatnya, “Paklik, yang masuk Ibu’e & Bapak’e saja.. Iya, masuk sekarang. Paklik, Bulik, sama Simbah nggak bisa masuk.. Iya, cuma boleh dua orang. Diluar sama adik2 nggih..

Uwaaa.. Padahal Mamah nanti datang sendirian karena Papah memilih untuk lebih mengutamakan tugas menyelamatkan dunia mengajar dan adik2 dilarang membolos kuliah (oleh Mamah).

Tadinya saya malas ikut wisuda. Come on.. Ada apa dengan wisuda dan segala keribetannya? Membayangkan datang ke GSP utuk-utuk in the morning dan menghabiskan setengah hari disana memakai toga-gombrong-item-jelek-tanpa-motif dengan ribuan orang itu sudah bikin gerah duluan. Nggak bisakah dilakukan dengan lebih simpel? Maksud saya, nggak cuma pas hari wisudanya saja, tapi juga segala urusan administrasinya yang ribet. Mau masuk universitas ini susah, ternyata mau keluar juga susah. Entahlah, mungkin pada dasarnya saya malas dan kurang antusias saja. Tapi karena dorongan dari teman2 (mulai dari “Kasian Mamamu to, kan beliau berharap melihat anaknya diwisuda” sampai “Karepmu, paling kowe ra entuk ijazah.. Wis, golek ijab-sah wae kono!” yang sungguh menyentuh hati, akhirnya saya ikut wisuda juga.

Ketika menuju ke dalam GSP itu pula saya melihat seorang ibu yang mungkin berasal dari daerah Indonesia Timur. Ibu itu memakai kebaya dan kain songket khas daerah sana. Wajahnya berbinar2 memandang anaknya yang ada di dalam barisan, tampak sangat bangga. Saya langsung merasa terharu.. Langsung saya sms Mamah, “Mah, udah sampai belum? Jangan sampai telat ya..

Upacara di dalam menurut saya sih ultimate boring. Saya partially tertidur hingga penyerahan ijazah mahasiswa Fakultas Teknik hampir berakhir (FT meluluskan 380 orang). Setelah FT selesai, rasanya nggak terlalu lama menunggu hingga fakultas saya dipanggil. Hal yang saya perhatikan: IP tertinggi 3,93 dari FT; nama terpendek: Hana (tadinya saya dengernya ‘Hanya’); nama terpanjang: Raden Mas Radite Kumara Anindhita Mahendraswara Widagda Widyaswendra alias Raden Mas Kumara Widyaswendra.. *fyuh..* yang merupakan teman SD saya. (Hi, Wen!)

Setelah selesai, saya bertemu Mamah di tangga, ambil konsumsi, dan langsung menuju Fakultas, menghindari suasana di GSP yang seperti pasar tiban. Di jalan Mamah bercerita.

Mamah : “Mamah tadi nangis pas pembacaan do’a.”

Saya : *speechless.. mengira Mamah begitu terharu anaknya
akhirnya lulus*

Mamah : “Mamah sedih, habis semuanya ada pasangannya. Mamah kayak rondho dhadhapan, sendirian nggak ada yang nemenin. Tiap ketemu kenalan pasti ditanyain ‘Kok sendirian, Bapak mana?’ Padahal kan kamu masih punya Papah. Papah kok ya tega..”

Oalah.. itu to sebabnya..

Dan keadaan diperparah ketika kami berjumpa dengan teman Papah sesama dosen yang meninggalkan tugasnya demi menghadiri wisuda anaknya. Beliau malah memanas2i Mamah, “Lho, padahal Bapak itu sudah saya bilangin mbolos saja mengajarnya. Toh anak nggak wisuda tiap hari” (Lha iya lah Pak, mampus aja saya kalau disuruh wisuda tiap hari..)

Ditambah Papah & adik saya telat datang ke acara pelepasan di Fakultas sehingga mereka nggak masuk ruangan, Mamah pun semakin ngambek. Akhirnya Mamah mendiamkan Papah. Baru keesokan harinya acara ngambek diselesaikan.

Saya dan Papah di ruang makan, Mamah di dapur.

Mamah : “Bilangin sama Papah kamu, Mamah kemarin nangis.”

Saya : “Pah, kemarin Mamah nangis lho..”

Papah : “Wo? Nangis? Terharu po?”

Saya : “Karena sendirian, jadi Mamah merasa seperti janda.”

Papah : *memasang muka sok innocent seperti kura2 kami, suatu sikap yang sering ditiru oleh anak2nya*

muka kura2

Mamah : *memulai serangannya* “Aku ini masih punya suami to? Anak2 masih punya bapak to? Masak nggak meluangkan waktu untuk anaknya? Semua teman Papah nanyain kenapa Mamah sendirian.. dst..dst..”

Saya : *kabuuuurrr…* “Ra melu2 ah..”

Anyway, it was a memorable moment.. Tambah lagi karena Mamah lupa bawa kamera, Papah & adik2 nggak datang, sesi pemotretan baru dilakukan kemarin. No kebaya, just daster lapis toga.. ;)

4 Comments »

  1. wisuda cuma sekali seumur idup…tapi entah kenapa, kok nggak berkesan ya? apa karena nggak ada PW? hwahahahaha…

    OK.. jadi kita sama nih posisinya Djeng, my daddy also didn’t come. Menggali lumpur ternyata lebih menantang… hi hi hi…

    Aniwei… sekali lagi.. kelulusanmu menutup sebuah era, Djeng! Nggak berasa ya kalo kita ini udah jadi tante2 (girang)! ix ix ix

    Comment by sunett — February 26, 2008 @ 1:52 am | Reply

  2. T_T…
    aku belum wisuda…

    Comment by wib — February 27, 2008 @ 11:28 am | Reply

  3. DeK Wibh,, seGeRaLah meRamPungKan sTuDi anDa,,

    Comment by djengwidz — February 28, 2008 @ 10:40 am | Reply

  4. wis.. sudah…

    Comment by savic — February 28, 2008 @ 1:43 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.