syubidubidudamdam.. cuap!!

January 22, 2008

Dead or Alive?

Filed under: Uncategorized — yuti @ 12:14 am

Hobi saya baca berita duka & bela sungkawa. Entah sejak kapan, tapi kalau baca koran bagian obituari/berita duka jarang saya lewatkan. Bukannya mencari2 siapa tahu ada yang saya kenal sih.. Mungkin semacam pengingat saja bahwa manusia bisa mati kapan saja.

Saya sering menganalisa dan mengira2 kejadian kematiannya. Kan nggak ditulis tuh meninggalnya kenapa.. Langsung saja saya mereka-reka kejadian yang mungkin terjadi. Misalnya yang meninggal masih muda, saya membayangkan dia meninggal karena suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan, meninggalkan kekasihnya yang hampir dinikahinya, meninggalkan keluarganya yang menaruh harapan tinggi padanya, dan suasana pemakaman yang mengharu-biru. Kalau yang meninggal sudah tua, kadang saya membayangkan beliau adalah milyuner dengan warisan berlimpah, menyebabkan pertikaian antar saudara, dll. Pokoknya sinetron-mode lah..

Setelah ada Wikipedia, saya juga jadi sering menyambangi bagian recent deaths-nya. Terutama untuk mengecek apakah Harrison Ford dan Sean Connery sudah meninggal. Bukan karena ngefans mereka, tapi karena dari dulu Mamah selalu insist bahwa mereka sudah meninggal.

Contoh pas nonton James Bond versi jadul:
Mamah: “Ini Connery kan? Wah, masih muda ya.. Sekarang dah jadi tanah..”
Anak2: “Haduuu, Mamah.. Dia kan masih hidup. Wong kapan itu main film baru koq..”

Hehehe.. itulah kebiasaan Mamah, sering menyangka orang yang masih hidup sudah meninggal. Seperti ketika ada kabar temannya meninggal, komentar Mamah, “Lho, bukannya Pak Anu dah meninggal tahun lalu?” *tuinggg…*

Kemarin saya buka Wiki, menemukan bahwa Brad Renfro meninggal dalam usia 25 tahun. Renfro yang membuat saya dan teman2 jaman SMP-SMA tergila2, sampai saya menyampul cover CD (yang tidak ada hubungannya dengan Renfro) dengan pin-upnya. Yah, another remainder.. Cowok ganteng, talented, muda, dan tentunya kaya raya, mati sia2 karena drug abuse. Mungkin dia terlena dengan gemerlapnya dunia, mungkin dia kurang punya visi hidup, atau mungkin dia cuma sudah bosan hidup saja. Entahlah..

Pernah saya membeli sesuatu, dibungkus dengan koran bekas. Ketika saya buka, ternyata ada berita duka sahabat Papah yang meninggal setahun sebelumnya (bulan yang sama). Tak terasa mata ini langsung berkaca-kaca. Padahal waktu meninggalnya Pakdhe itu saya tidak menangis. Perasaan sedih yang teramat sangat itu justru datang setahun kemudian, dibangkitkan oleh sehelai koran bekas kusut.

Btw, kabarnya media sekarang lagi heboh tentang rencana pemasangan berita duka & ucapan bela sungkawa jika mantan orang no. 1 RI meninggal dunia. Hmm.. jangan2 ada yang masang 1 lembar koran bolak-balik 4 halaman ya?? Atau jangan2 pada hari tersebut Kompas menerbitkan edisi khusus ucapan bela sungkawa.. Yang jelas pada hari itu saya akan merindukan gosip artis2 gak jelas karena jatah mereka diambil untuk menyiarkan acara layatan.

Hebat ya, orang2 yang sudah meninggal tapi masih mampu menggerakkan orang2 yang masih hidup..

January 20, 2008

Kita masih bangsa tempe?

Filed under: Uncategorized — yuti @ 12:17 am

Gambar dari Wikipedia

Tempe langka..

*mengheningkan cipta.. mulai..*

Sebagai GM rumah kami, Mamah langsung membuat keputusan yang sangat bijaksana: menimbun tempe di kulkas. Jadi yang biasanya cuma ada stok 2 bungkus, sekarang ada 5 tempe bungkus plastik, dan at least ada 2 tempe bungkus daun pisang yang panjang, untuk jaga2 jika Pak Sayur tiba2 menyampaikan berita duka “hari ini nggak ada tempe”.
Keluarga kami pecinta tempe & tahu. Bayangkan, buat lasagna & pizza pun pake tempe. Meskipun andalan Mamah cuma tempe & tahu bacem yang otomatis membuat anak2nya protes kebosanan, kalau seminggu nggak ada tempe & tahu rasanya ada yang hilang gitu.. Mama, Papah, dan seorang adik saya yang omnivora bahkan gemar makan tempe mentah!

Kadang2 tiap hari minggu, pas Mbak yang bantu bersih2 datang, Mbak suka bawa sambel tumpang. Tau sambel tumpang kan? Sambel yang penampilannya seperti saus gado2, dari tempe sangit dan bahan2 lainnya, dimakan bersama sayur2an.. Uenak tenan.. Saya pernah ngikut ibu2 kompleks jalan2 ke Solo, rela berangkat utuk2 in the morning & jalan setengah kilo di suatu gang sempit deket PGS demi si sambel tumpang ini.

Menurut saya, tempe paling enak digoreng garit. Hwiihh.. dan tempe goreng garit yang paling enak itu ya di Jogja. Trus di goreng mendoan. Nugget tempe-keju buatan saya juga enak lho.. *promosi* Apalagi lasagna tempe, cuma bikinnya lama jadi rada males.

Intinya, tempe telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam keluarga kami. Bangga lah dibilang bangsa tempe. Harusnya Bung Karno dulu berpesan “Jadilah bangsa tempe!” instead of “Jangan jadi bangsa tempe!”, sehingga tempe punya kedudukan yang lebih mulia. Coba seandainya petani menanam kedelai dengan suka cita, kita mungkin gak perlu impor kedelai transgenik dari Amerika, dan tempe mungkin gak keduluan dipatenkan negara lain..

Semoga kejadian ini membuat produksi kedelai Indonesia meningkat, bukan malah semakin banyak mengimpor kedelai..

Blog at WordPress.com.