Hobi saya baca berita duka & bela sungkawa. Entah sejak kapan, tapi kalau baca koran bagian obituari/berita duka jarang saya lewatkan. Bukannya mencari2 siapa tahu ada yang saya kenal sih.. Mungkin semacam pengingat saja bahwa manusia bisa mati kapan saja.
Saya sering menganalisa dan mengira2 kejadian kematiannya. Kan nggak ditulis tuh meninggalnya kenapa.. Langsung saja saya mereka-reka kejadian yang mungkin terjadi. Misalnya yang meninggal masih muda, saya membayangkan dia meninggal karena suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan, meninggalkan kekasihnya yang hampir dinikahinya, meninggalkan keluarganya yang menaruh harapan tinggi padanya, dan suasana pemakaman yang mengharu-biru. Kalau yang meninggal sudah tua, kadang saya membayangkan beliau adalah milyuner dengan warisan berlimpah, menyebabkan pertikaian antar saudara, dll. Pokoknya sinetron-mode lah..
Setelah ada Wikipedia, saya juga jadi sering menyambangi bagian recent deaths-nya. Terutama untuk mengecek apakah Harrison Ford dan Sean Connery sudah meninggal. Bukan karena ngefans mereka, tapi karena dari dulu Mamah selalu insist bahwa mereka sudah meninggal.
Contoh pas nonton James Bond versi jadul: Mamah: “Ini Connery kan? Wah, masih muda ya.. Sekarang dah jadi tanah..” Anak2: “Haduuu, Mamah.. Dia kan masih hidup. Wong kapan itu main film baru koq..”Hehehe.. itulah kebiasaan Mamah, sering menyangka orang yang masih hidup sudah meninggal. Seperti ketika ada kabar temannya meninggal, komentar Mamah, “Lho, bukannya Pak Anu dah meninggal tahun lalu?” *tuinggg…*
Kemarin saya buka Wiki, menemukan bahwa Brad Renfro meninggal dalam usia 25 tahun. Renfro yang membuat saya dan teman2 jaman SMP-SMA tergila2, sampai saya menyampul cover CD (yang tidak ada hubungannya dengan Renfro) dengan pin-upnya. Yah, another remainder.. Cowok ganteng, talented, muda, dan tentunya kaya raya, mati sia2 karena drug abuse. Mungkin dia terlena dengan gemerlapnya dunia, mungkin dia kurang punya visi hidup, atau mungkin dia cuma sudah bosan hidup saja. Entahlah..
Pernah saya membeli sesuatu, dibungkus dengan koran bekas. Ketika saya buka, ternyata ada berita duka sahabat Papah yang meninggal setahun sebelumnya (bulan yang sama). Tak terasa mata ini langsung berkaca-kaca. Padahal waktu meninggalnya Pakdhe itu saya tidak menangis. Perasaan sedih yang teramat sangat itu justru datang setahun kemudian, dibangkitkan oleh sehelai koran bekas kusut.
Btw, kabarnya media sekarang lagi heboh tentang rencana pemasangan berita duka & ucapan bela sungkawa jika mantan orang no. 1 RI meninggal dunia. Hmm.. jangan2 ada yang masang 1 lembar koran bolak-balik 4 halaman ya?? Atau jangan2 pada hari tersebut Kompas menerbitkan edisi khusus ucapan bela sungkawa.. Yang jelas pada hari itu saya akan merindukan gosip artis2 gak jelas karena jatah mereka diambil untuk menyiarkan acara layatan.
Hebat ya, orang2 yang sudah meninggal tapi masih mampu menggerakkan orang2 yang masih hidup..
Gambar dari 