Apa itu cinta? Acha-Irwansyah mungkin bakal bilang Love is Cinta. Dian Sastro mungkin bakal balik nanya Ada Apa dengan Cinta?
Setelah YM-an dengan seorang sahabat semalaman, mencoba merumuskan CINTA sampai jam 3 dini hari dan saya hampir tertidur di depan komputer, saya malah semakin bingung..
Hari ini nggak sengaja saya nemu artikel ini, dari www.dudung.net. Mari kita bahas yuk..
MISKONSEPSI
“Manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. ….. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari mana kita berasal.” –> Betul banget! Persepsi cinta seorang wanita tentunya akan sangat dipengaruhi oleh orang-orang terdekatnya. Kalau saya sih jelas: Mama dan sahabat2 saya. Beberapa hal tidak sama dan mungkin malah bertentangan. Makanya saya bingung..
“Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks.” –> Sangat kompleks pak! Dan jangan lupa cinta bisa menyusut dan mati pula..
CINTA BUTUH WAKTU
“Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu.” –> Dan waktu pula yang bisa menyusutkan dan membunuh cinta.
“Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri.” –> Hmm, gimana dengan cinta pada chattingan pertama ya?
CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL
“Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi. Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan.” –> Saya tidak menguasai. Saya tidak mengalah. Tapi saya juga tidak berbagi. Gimana dong?
BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF
“Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari.” –> Mana pernah saya kehilangan selera makan? Tapi kalau kehilangan ambisi, cita2, dan mimpi.. Kayaknya saya jagonya!
CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH
“….cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah.” –> Dan apakah cinta membuat sepasang kekasih takut menghadapi masalah?
CINTA CENDERUNG KONSTAN
“Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam.” –> Mampus nih aku..
CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK
“Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam.” –> Nah, sekarang saya bener2 bingung bedanya cinta dan afeksi.
CINTA TIDAK BUTA
–> Ya jelas lah..
CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN
“Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih.” –> Gimana kalau orang itu berpedoman ‘whatever will be, will be’?
“….usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar.” –> Nah lo..!!
CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK DISUKAI
–> Gimana ya? Pada dasarnya kan saya bukan pemberani..
Kesimpulan: Saya tetap masih bingung.. Kenapa nggak semudah yang anak2 ini bilang ya?
Gambar dari
Gambar dari 
